<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2723013374030468790</id><updated>2011-04-21T15:16:07.366-07:00</updated><title type='text'>DJ Sammy's Blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://djsammy-saka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2723013374030468790/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://djsammy-saka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Saka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17238385703268004722</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2723013374030468790.post-7469902690817106131</id><published>2008-03-04T02:01:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T02:09:03.342-08:00</updated><title type='text'>Faktor-faktor Penghambat Proses Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, kaum imperialis sejak semula telah          membawa program memecah belah negara-negara Islam umumnya          dan negara-negara Arab khususnya. Ini disebabkan kesatuan          negara-negara ini menghasilkan kekuatan ideologis-kultural          yang mantap. Upaya memecahbelahnya akan membuat          negara-negara tersebut lemah sehingga mudah ditundukkan agar          berkiblat pada jejak imperialis. Kaum imperialis menyadari          bahwa memukul masyarakat tradisional di negara-negara Arab          adalah tidak mungkin kecuali umat Islam khususnya dan          bangsa-bangsa Arab khususnya berada dalam kondisi berpecah          belah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, para imperialis berusaha keras          menghancurkan tanaman-tanaman tradisional, usaha-usaha yang          telah ada, sistem pemilikan, pertukaran, produksi, dan          pekerjaan umum yang dilakukan oleh masyarakat tradisional.          Upaya ini merupakan salah satu strategi menghalangi          kemerdekaan yang mengakibatkan negeri-negeri jajahan          mengekor pada Barat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Mereka menuntut agar pribumi berpakaian, makan-minum,          membangun rumah, berproduksi, membina anak, dan lain-lainnya          dengan cara Barat. Sehingga disulutlah peperangan secara          umum di tengah-tengah masyarakat tradisional untuk melawan          teknik-teknik pertanian, produksi, bangunan, pola          berpakaian, makan, minum, pendidikan, rumah tangga, serta          nilai-nilai moral dan sosial.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Kemudian mereka melancarkan perang psikologis untuk          menghadapi kelompok pribumi yang menentang Eropa dalam          berbagai aspek. Usaha ini dilakukan dengan mengubah          konsep-konsep kebudayaan tradisional ke konsep Eropa.          Misalnya konsep sains dan kemajuan yang diperkenalkan oleh          kelompok modernis di negara-negara Islam. Perubahan ini          akhirnya mengakibatkan tumbuhnya pemahaman dan sikap          masyarakat yang baru tentang negerinya dan Barat, yaitu          Barat identik dengan peradaban maju, kebebasan, dan          kebesaran, sedangkan negara Islam sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Demikianlah proses terbentuknya masyarakat modern.          Kemudian masyarakat baru ini berusaha memperkokoh          eksistensinya di sisi masyarakat tradisional yang berupaya          sekuatnya tetap mempertahankan jati diri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, kaum imperialis memfokuskan perhatiannya          untuk menghancurkan peranan ilmu-ilmu keislaman dan          lembaga-lembaga pendidikan tradisional yang bercorak          kebangsaan dan tradisi. Mereka mengubah pola kehidupan          kultural yang dihayati masyarakat tradisional serta          melecehkan dan menghinanya secara berlebihan. Kemudian          mereka membangun sekolah-sekolah modern dan memberi semangat          pada para siswa untuk memasuki universitas-universitas          Eropa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Setiap parameter mereka dijadikan sebagai ukuran yang          berlaku pada masyarakat modern, serta para pegawai, pembuat          hukum, kalangan profesi, intelektual, pendidik, sastrawan,          dan budayawan dijadikan sebagai pelopornya. Padahal          ukuran-ukuran baru yang ditawarkan tidak relevan dengan          realitas masyarakat tradisional, dan hanya relevan dengan          alumni sekolah-sekolah dan universitas-universitas mereka,          serta orang-orang yang mengambil program dan metodologinya          dalam bidang-bidang tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Demikianlah, tugas-tugas dan posisi-posisi di dalam          negara, tentara, koperasi, bank, dan lembaga-lembaga          kebudayaan merupakan bagian dari proyek alumni perguruan          tinggi Barat atau hasil modernisasi ala Barat. Sedangkan          lapisan terdidik dari kelompok masyarakat tradisional tidak          memperoleh kesempatan dalam proyek ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, kaum imperialis sengaja menciptakan          intrik terhadap kaum minoritas (non muslim) dan pertentangan          mazhab di kalangan masyarakat tradisional, padahal kaum          minoritas lebih dekat dengan masyarakat tradisional. Untuk          memudahkan proses pembentukan masyarakat modern, usaha          tersebut harus mereka lakukan. Sebagai contoh, orang-orang          Kristen Arab sebenarnya memiliki akar-akar kesejarahan dan          pembentukan jati diri kultural-ideologis (sejarah, tradisi,          moral, dan jalan hidup) yang lebih dekat dengan masyarakat          tradisional.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Eropa merasa kesulitan ketika ingin memisahkan dua unsur          tersebut karena ia harus berhadapan dengan jaringan yang          kokoh di dalam negara Arab, akan tetapi, hal itu tidak          menghambat keberhasilan Eropa pada kurun waktu belakangan          ini, khususnya ketika sebagian pribumi (non muslim) mulai          mengirim anak-anaknya ke sekolah-sekolah misionaris yang          menyebarkan pengaruh modernisasi. Akibatnya, kelompok          minoritas ini semakin jauh dari masyarakat tradisional dan          semakin dekat dengan masyarakat modern.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Pembahasan ini telah meliputi lingkup dua tipe masyarakat          yang berada di Arab.&lt;/p&gt;                    &lt;h3&gt;&lt;a name="Lenyap"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2723013374030468790-7469902690817106131?l=djsammy-saka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://djsammy-saka.blogspot.com/feeds/7469902690817106131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2723013374030468790&amp;postID=7469902690817106131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2723013374030468790/posts/default/7469902690817106131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2723013374030468790/posts/default/7469902690817106131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://djsammy-saka.blogspot.com/2008/03/faktor-faktor-penghambat-proses.html' title='Faktor-faktor Penghambat Proses Kemerdekaan'/><author><name>Saka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17238385703268004722</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2723013374030468790.post-6498719766038058874</id><published>2008-03-04T01:46:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T01:54:41.846-08:00</updated><title type='text'>Sriwijaya FC tertangguh di Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sriwijaya Football Club (disingkat Sriwijaya FC) adalah sebuah klub &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola" title="Sepak bola"&gt;sepak bola&lt;/a&gt; &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; yang bermarkas di &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang" title="Kota Palembang"&gt;Palembang&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;. Tim berjuluk Laskar Sriwijaya ini merupakan tim yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan setelah terjadi penjualan opsi kepemilikan dari Persijatim Jakarta Timur&lt;/span&gt;&lt;sup style="color: rgb(51, 51, 255);" id="_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya_Football_Club#_note-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;. Tim berkostum merah kuning bermotif songket ini memiliki dua kelompok suporter (S- Mania, Singa Mania) yang kemudian digabung menjadi Sumselmania. Sriwijaya FC adalah juara &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Divisi_Utama_Liga_Indonesia_2007" title="Divisi Utama Liga Indonesia 2007"&gt;Divisi Utama Liga Indonesia 2007&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Prestasi Sriwijaya FC&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ul style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;2005 Peringkat 12 Wilayah Barat (Pelatih Henk Wulems, Hery kiswanto, Suimin Diharja)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2006 Peringkat 9 Wilayah Barat (Pelatih Suimin Diharja)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2007 Peringakat 1 Wilayah Barat (Pelatih Rahmad Darmawan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2008 Juara Liga Indonesia XIII (Pelatih Rahmad Darmawan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2008 Juara Copa Dji Sam Soe Indonesia III Pelatih Rahmad Darmawan)(double winner pertama dalam sejarah Indonesia)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2723013374030468790-6498719766038058874?l=djsammy-saka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://djsammy-saka.blogspot.com/feeds/6498719766038058874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2723013374030468790&amp;postID=6498719766038058874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2723013374030468790/posts/default/6498719766038058874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2723013374030468790/posts/default/6498719766038058874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://djsammy-saka.blogspot.com/2008/03/sriwijaya-fc-tertangguh-di-indonesia.html' title='Sriwijaya FC tertangguh di Indonesia'/><author><name>Saka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17238385703268004722</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2723013374030468790.post-8523819825165868527</id><published>2008-03-04T01:10:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T01:40:23.563-08:00</updated><title type='text'>Jihad Gaya Amerika</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-family:courier new;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:courier new;" &gt;Islam dan Amerika Serikat, dua kata yang tidak          "dekat." Citra yang ada dalam benak kita selalu menempatkan          semua yang berbau Amerika jauh-jauh dari semua yang berbau          Islam. Namun dalam buku ini --yang menampilkan "potret" dan          wawancara dengan muslimin Amerika-- Anda akan diajak          merasakan denyut masyarakat Islam di sana.&lt;/span&gt;                    &lt;center style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: courier new;"&gt;Gaya hidup Amerika dan citra Islam sebagai 'agama          teroris' yang disebarkan oleh media massa di sana membuat          perjuangan mereka mengamalkan Islam pantas untuk disebut          'jihad,' sebuah perjuangan berat. Anda akan melihat          bagaimana mereka 'berjihad' menanamkan pengertian kepada          non-Muslim; bagaimana mereka menolak atau menerima budaya          Barat; bagaimana mereka memperjuangkan hak-hak mereka; dan          bagaimana mereka hidup bersatu dengan lainnya. Betapapun          berat perjuangan itu, mereka menyimpan optimisme bahwa di          Amerika lah kebenaran Islam sejati akan teruji, di tengah          pluralitas dan sekularitas masyarakatnya.&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2723013374030468790-8523819825165868527?l=djsammy-saka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://djsammy-saka.blogspot.com/feeds/8523819825165868527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2723013374030468790&amp;postID=8523819825165868527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2723013374030468790/posts/default/8523819825165868527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2723013374030468790/posts/default/8523819825165868527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://djsammy-saka.blogspot.com/2008/03/jihad-gaya-amerika.html' title='Jihad Gaya Amerika'/><author><name>Saka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17238385703268004722</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2723013374030468790.post-1019727636377796054</id><published>2008-03-02T20:21:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:25:34.499-08:00</updated><title type='text'>BAHAYA VALENTINE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;   &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mal-mal,  pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan  menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut  malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu  Valentine's Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. Biasanya pada 14  Februari mereka saling mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan  bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau  cinta. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: lucida grande;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Sangat disayangkan banyak ABG khususnya teman-teman kita, para remaja  putri muslimah yang terkena penyakit ikut-ikutan dan mengekor budaya Barat atau  budaya ritual agama lain akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk  dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang  kembali pendeta St.Valentine. Belakangan, Virus Valentine tidak hanya menyerang  remaja bahkan orang tua pun turut larut dalam perayaan yang bersumber dari  budaya Barat ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2723013374030468790-1019727636377796054?l=djsammy-saka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://djsammy-saka.blogspot.com/feeds/1019727636377796054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2723013374030468790&amp;postID=1019727636377796054' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2723013374030468790/posts/default/1019727636377796054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2723013374030468790/posts/default/1019727636377796054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://djsammy-saka.blogspot.com/2008/03/bahaya-valentine.html' title='BAHAYA VALENTINE'/><author><name>Saka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17238385703268004722</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
